Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDakwahNasional

Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh

20
×

Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, muslim network –Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyoroti adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H.

Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang biasa untuk disikapi dengan penuh kearifan dan bijaksana.

Example 300x600

Hal ini bisa dilakukan dengan dasar argumentasi secara normatif sehingga ada dasar yang kuat dan empiris melalui argumentasi berdasarkan fakta di lapangan melalui tiga pendekatan.

“Pertama, bayani (teks/wahyu) melalui metode pemahaman yang berbasis pada teks keagamaan (Alquran dan Hadis) serta seringkali memiliki keragaman (khilafiyah) namun penuh rahmat,” kata Buya Amirsyah kepada media, Rabu (18/2/26).

Kedua, Irfani yakni metode yang didasarkan pada pendekatan intuisi, pengalaman langsung (kasyf/pengalaman batin). Ketiga, burhani digunakan untuk memahami hikmah, konteks dan manfaat ilmiah.

Buya Amirsyah menukil pernyataan Imam Ghazali yang tidak mempermasalahkan penggunaan hisab atau rukyah karena keduanya masuk dalam wilayah ijtihad.

Buya Amirsyah menjelaskan, hal itu terkait dengan ayat-ayat kauniyah memiliki landasan teologis dan fikih yang kuat, terutama dalam konteks perdebatan penentuan awal bulan Hijriyah.

“Yang penting penuh hikmah dan saling tasamuh,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *