Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDakwahNasional

Sekjen MUI : Perkuat Sinergi Mecegah Korupsi untuk Indonesia Bermartabat

193
×

Sekjen MUI : Perkuat Sinergi Mecegah Korupsi untuk Indonesia Bermartabat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, muslim network – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr.Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I untuk mendukung pemerintah memberantas korupsi dalam rangka mewujudkan Indonesia bermartabat.

Ajakan MUI ini telah menjadi bagian dari sikap tegas; pertama, MUI bersama komponen bangsa harus satu kata dalam memberantas Korupsi agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa bermartabat; kedua, mendukung program pemerintah yang jelas pro rakyat untuk melakukan pemberantasan korupsi dengan kompak bersinergi mencegah Korupsi.

Example 300x600

Hal ini disampaikan panggilan akrab buya Amirsyah usai penutupan Mukernas I MUI 2025-2030 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). Buya Amirsyah menilai ikhtiar memberantas korupsi harus di mulai dari hulun hingga hilir.

Keberhasilan mencegah Korupsi dimulai dari prilaku yang tegas untuk menanamkan anti korupsi. Buya Amirsyah menegaskan posisi MUI senantiasa mendukung penguasa yang baik. Jika tidak baik, MUI akan memberikan tausiyah. Menurutnya nasihat sangat penting dilakukan apabila pemerintah tidak baik.

“Kalau gak baik kita nasehati. Sesuai prinsip dakwah antara lain mengajak, bukan mengejek, merangkul, bukan memul.Jadi bukan saling Bukan caci maki, bukan olok-olok, karena agama itu nasihat. Kalau salah kita me nasehati ( wa tawa sou bil haq) bukan caci maki, apalagi dituding banyak orang buat malu,” sambungnya.

Dirinya juga menegaskan, caci maki, olok-olok dan tudingan bukan akhlak dari MUI untuk melakukan itu. Amirsyah menjelaskan MUI memiliki banyak bidang bidang dakwah yang memiliki tugas untuk menyampaikan akhlakul karimah sebagaimana tugas Rasul. Salah salat tugas Rasul .

Ia berharap agar selruh kegiatan dan aktivitas berbangsa dan bernegara dilandasi nilai moral dan akhlak. Begitu juga oleh pemimpin negara di eksekutif, yudikatif, legislatif, maupun lainnya dilandasi nilai-nilai moral.

“Karena kita bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa. Apabila tidak ada nilai moralnya, tidak bermuara menjadi moralitas dan akhlak, ibarat jasad tanpa nyawa,” tuturnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *