Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDakwah

Qurban Journey: Dari Niat di Hati Hingga Nyampe ke Piring Fakir Miskin

19
×

Qurban Journey: Dari Niat di Hati Hingga Nyampe ke Piring Fakir Miskin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Oleh:  KH Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

Example 300x600

 

IBADAH kurban bukan hanya proses menyembelih hewan, tetapi perjalanan utuh yang dimulai dari niat hingga manfaatnya dirasakan oleh orang lain. Dalam pandangan para ulama, inti ibadah ini terletak pada niat yang benar. Al-Qarāfi menjelaskan bahwa ibadah seperti salat, puasa, dan kurban tidak akan mencapai tujuan utamanya -yaitu mengagungkan Allah- kecuali dengan niat. Tanpa niat, sebuah perbuatan tidak bernilai ibadah, sebagaimana jamuan yang disiapkan untuk seseorang tetapi dinikmati orang lain tanpa maksud, maka kehormatan tetap kembali kepada yang diniatkan.

 

Hal ini juga ditegaskan oleh Umar Sulaiman al-Asyqar bahwa penyembelihan bisa saja dilakukan untuk berbagai tujuan: konsumsi, tradisi, atau ibadah. Maka niat menjadi pembeda utama antara sembelihan biasa dan qurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Setelah niat yang lurus, Kurban berlanjut pada distribusi yang tepat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ

 

“Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS Al-Ḥajj [22]: 28).

 

Ayat ini menjadi dasar bahwa kurban tidak berhenti pada penyembelihan, tetapi harus sampai kepada yang berhak menerimanya. Menurut Ibnu Ḥajar al-`Asqalāni, minimal harus ada bagian yang disedekahkan, dan yang lebih utama adalah memperbanyak porsi untuk diberikan kepada fakir miskin.

 

Para ulama juga membahas cakupan penerima qurban. Imam an-Nawawi menukil adanya kesepakatan tentang bolehnya memberi kepada fakir miskin muslim. Bahkan sebagian ulama seperti Ibnu Qudāmah membolehkan memberikan kepada non-muslim (żimmi), terutama dalam konteks sedekah sunnah, sebagai bentuk kebaikan sosial dan upaya melunakkan hati.

 

Dengan demikian, kurban adalah perjalanan spiritual yang lengkap: dimulai dari niat yang ikhlas, dilaksanakan dengan kepatuhan, lalu ditutup dengan kepedulian sosial.

Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghidupkan hati dan memastikan kebaikan itu benar-benar sampai ke piring mereka yang membutuhkan.

(Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Fatḥ al-Bārī, Al-Mughnī)

==============

 

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254

📸 IG: @aql.qurbancare

🌐 www.qurbancare.org

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *