Jakarta, muslim network – Dari pidato-pidato yang disampaikan Presiden Prabowo dalam berbagai waktu dan kesempatan kita dapat menyimpulkan bahwa tekad Prabowo untuk memberantas korupsi tidak lagi perlu diragukan, jadi semestinya kita harus dukung dan apresiasi. Hal itu seperti disampaikan pengamat sosial, ekonomi dan keagamaan, Buya Anwar Abbas.
Tapi pertanyaannya apakah Prabowo akan bisa melaksanakannya ? Inilah salah satu pertanyaan yang sulit menjawabnya karena praktek korupsi di negeri ini sudah seperti menjadi budaya sehingga jelas tidak mudah memberantasnya,” ujar Buya Anwar Abbas kepada Muslim Network pada Senin, (9/2/26).
Apalagi menurut Buya Anwar Abbas, para penegak hukumnya kurang mendukung dan belum lagi tegak lurus dengan misi mulia tersebut.
“Sehingga akibatnya usaha pemberantasan korupsi menjadi masalah yang tidak pernah bisa diselesaikan secara tuntas. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Ada beberapa sebab yang melatar belakanginya,” tandas Buya yang juga seorang Wakil Ketua Umum MUI.
Yang pertama menurut Buya adalah sistem hukum yang ada itu masih sangat lemah sehingga membuat para penegak hukum tidak berani mengambil tindakan karena tidak yakin tindakannya akan berhasil.
Kedua, si penegak hukum mungkin pernah menerima suap atau terlibat dalam praktek korupsi sehingga mereka takut kasusnya dibongkar. Agar praktek buruk yang mereka lakukan tidak mencuat kepermukaan maka mereka lebih memilih bersikap biasa-biasa saja dalam menyelesaikan kasus korupsi yang ada.
“Selanjutnya, adanya intimidasi dan ancaman dari pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuasaan dan pengaruh sehingga mereka tidak berani mengambil tindakan,” tambah Buya Anwar Abbas.
Keempat menurut dirinya, lemahnya perlindungan hukum dari pemerintah atau lembaga terkait sehingga mereka menjadi tidak berani membuat tindakan yang beresiko besar terhadap diri mereka sendiri.
Kelima, adanya tekanan dari kelompok tertentu yang mampu mempengaruhi jalannya penegakan hukum sehingga mereka tidak berani menegakkan hukum yang berbeda dengan kepentingan dari pihak atau kelompok tersebut
Keenam, adanya budaya yang tidak mendukung bagi tegaknya penegakan hukum yang kuat dalam pemberantasan korupsi.
Ketujuh, tidak adanya kepercayaan diri dari para penegak hukum bahwa mereka sanggup melakukan perubahan.
Kedelapan, tidak tersedianya sumberdaya yang cukup bagi penegakan hukum seperti menyangkut masalah dana, personil dan teknologi untuk melakukan penyelidikan dan membuat usaha penegakan hukum menjadi lebih efektif.
Untuk itu menurut Buya, jika Prabowo ingin program pemberantasan korupsinya berjalan dengan baik dan lancar maka Prabowo dan kita semua harus mampu :
Pertama, menciptakan satu sistem hukum yang lebih efektif sehingga para penegak hukum memiliki keberanian untuk menegakkan hukum sebagaimana mestinya.
Kedua, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum secara lebih bersungguh-sungguh.
Ketiga, menumbuhkan budaya anti korupsi secara massiv di tengah-tengah masyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Keempat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
Kelima, menghukum para pihak yang mengintimidasi para penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya.
Keenam, menghukum para pelaku korupsi dengan hukuman yang seberat-beratnya.
Ketujuh, meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas para penegak hukum melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Jadi kesimpulannya menurut Buya Anwar, persoalan pemberantasan korupsi di negeri ini bila dilakukan dengan cara-cara yang ada selama ini maka rasanya akan sangat sulit untuk bisa dicapai.
“Oleh karena itu usaha pemberantasan korupsi harus diusahakan menjadi usaha bersama dimana kita benar-benar dituntut untuk mampu membenahi sistem yang ada berikut dengan perangkat peraturan dan sumberdaya yang terkait dengannya,” tandasnya.
Tanpa itu maka tekad keinginan Prabowo dan keinginan kita untuk membersihkan negeri ini dari para koruptor tentu akan mengalami kegagalan apalagi para koruptor tersebut tentu juga tidak akan tinggal diam bahkan tidak mustahil dengan kekuatan finansial dan pengaruh yang mereka miliki melakukan serangan balik dan menggembosi tekad dan tujuan dari Prabowo.
Bila itu yang terjadi maka hal demikian tentu tidak kita inginkan. “Maka jika masyarakat dan rakyat ingin berubah ke arah yang lebih baik maka tidak dapat tidak rakyat jangan hanya jadi penonton tapi harus secara bersama-sama dengan Presiden Prabowo mengibarkan bendera perang dengan para koruptor karena akibat ulah merekalah keinginan kita untuk menciptakan sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat di negeri ini tidak pernah bisa kunjung terwujud,” pungkasnya.



















