<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puasa Arsip - Muslim Network</title>
	<atom:link href="https://muslimnetwork.id/tag/puasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/puasa/</link>
	<description>Jaringan Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 00:32:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://muslimnetwork.id/go/wp-content/uploads/2026/02/cropped-logo-muslimnetwork-32x32.jpg</url>
	<title>Puasa Arsip - Muslim Network</title>
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/puasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan Awal Puasa dan Pentingnya Toleransi Demi Menjaga Persatuan dan Kesatuan Umat</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/perbedaan-awal-puasa-dan-pentingnya-toleransi-demi-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-umat/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/perbedaan-awal-puasa-dan-pentingnya-toleransi-demi-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 00:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anwar Abbas]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Mazhab]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Umat Islam sudah terbiasa...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/perbedaan-awal-puasa-dan-pentingnya-toleransi-demi-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-umat/">Perbedaan Awal Puasa dan Pentingnya Toleransi Demi Menjaga Persatuan dan Kesatuan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Umat Islam sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Hal itu tercermin dalam kehidupan 4 orang Imam yang sangat terkenal yang menjadi ikutan kaum muslimin yaitu imam syafii, hanafi, maliki dan hanbali.</p>
<p>Menurut Wakil Ketua MUI, buya Anwar Abbas, masing-masing mereka (Imam) punya pengikut, sikap dan pandangan sendiri-sendiri sehingga telah melahirkan mazhab-mazhab.</p>
<p>Pengikut mazhab Hanafi lebih banyak di Asia Selatan dan Turki. Mazhab Syafii di Asia Tenggara dan Yaman.Imam Maliki di Afrika Utara dan pengikut imam Hanbali di Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Kita tahu para imam mazhab tersebut adalah orang-orang yang alim dan ahli, serta sangat berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memajukan agama islam,&#8221; ujar Buya Anwar Abbas.</p>
<p>Kapan mereka hidup ? Imam Abu Hanifah (w. 150 H) sezaman dengan Imam Malik (w. 179 H). Imam Malik sezaman dan menjadi guru Imam Syafi&#8217;i (w. 204 H). Imam Syafi&#8217;i kemudian menjadi guru dari Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H).</p>
<p>&#8220;Salah satu hal menarik dari mereka adalah sikap toleran yang telah mereka perlihatkan kepada kita. Kita tahu meskipun mereka berbeda sikap dan pandangan dalam banyak hal namun mereka tetap saling hormat menghormati dan tidak mau memaksakan pendapatnya kepada yang lain,&#8221; tandas Buya Anwar Abbas.</p>
<p>Hal itu bisa terjadi karena mereka selain sangat mengutamakan ukhuwah islamiyah, juga karena mereka melihat perbedaan pendapat tersebut bukanlah sebuah bencana atau malapetaka tapi sebuah rahmat.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak yang lain,&#8221; urai Buya pada Rabu(18/2/26) kepada muslim network.</p>
<p>Sebagai contoh kita lihat bagaimana sikap dari Imam Syafi&#8217;i yang berbeda pendapat dengan Imam Abu Hanifah. Kita tahu imam syafii dalam shalat subuh membaca qunut sementara imam abu hanifah tidak. Lalu ketika imam syafii berziarah ke makam imam Abu Hanifah di Baghdad, Imam Syafi&#8217;i tidak membaca qunut pada waktu shalat Subuh. Ketika imam syafii ditanya mengapa beliau tidak qunut ? Imam syafii menjawab, Saya menghormati imam Abu Hanifah.</p>
<p>Hal serupa juga diperlihatkan imam Ahmad bin hanbal kepada imam syafii. Kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fiqih, tetapi meskipun demikian Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi&#8217;i dalam shalatnya bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama empat puluh tahun.</p>
<p>Lalu timbul pertanyaan apakah kita yang mengagumi dan menjadi pengikut dari para imam tersebut akan berpecah belah karena ada perbedaan pendapat ?</p>
<p>&#8220;Tentu saja tidak. Oleh sebab itu karena diantara kita sekarang ini terdapat perbedaan pendapat terkait dengan awal ramadhan tahun 1447 H, yaitu ada yang berpuasa hari ini (Rabu) dan ada pula yang berpuasa besok (Kamis) maka dalam hal ini kita berharap agar masing-masing pihak dapat meniru sikap tasamuh dan toleransi dari para imam mazhab tersebut,&#8221; kata Buya lagi.</p>
<p>Dan jangan ada diantara kita yang memaksakan pendapatnya kepada pihak lain karena kita tahu metode yang dipergunakan oleh masing-masing pihak untuk sampai kepada kesimpulannya masing-masing yaitu dua metode ( hisab dan ru&#8217;yah) yang memang dibenarkan dan diterima oleh syara&#8217;.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu sikap terbaik yang perlu kita buat, mari kita kembangkan sikap saling hormat menghormati diantara kita karena memang dengan cara seperti itulah, kita akan dapat menegakkan ketertiban dan ukhuwah islamiyah serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat diantara kita,&#8221; pungkasnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/perbedaan-awal-puasa-dan-pentingnya-toleransi-demi-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-umat/">Perbedaan Awal Puasa dan Pentingnya Toleransi Demi Menjaga Persatuan dan Kesatuan Umat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/perbedaan-awal-puasa-dan-pentingnya-toleransi-demi-menjaga-persatuan-dan-kesatuan-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MUI Setuju Saling Menghormati dan Tidak Ada Sweeping Rumah Makan</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/mui-setuju-saling-menghormati-dan-tidak-ada-sweeping-rumah-makan/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/mui-setuju-saling-menghormati-dan-tidak-ada-sweeping-rumah-makan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 23:39:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DKI]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sweeping]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Waketum MUI Anwar Abbas...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/mui-setuju-saling-menghormati-dan-tidak-ada-sweeping-rumah-makan/">MUI Setuju Saling Menghormati dan Tidak Ada Sweeping Rumah Makan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Waketum MUI Anwar Abbas setuju dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang melarang adanya sweeping rumah makan selama bulan Ramadan. Anwar Abbas mengatakan yang terpenting sikap saling menghormati.</p>
<p>&#8220;Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweepingan karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah mensosialisaikan dan memberi pengertian kepada rakyat tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain,&#8221; kata Anwar Abbas saat dihubungi, Ahad(15/2/2026).</p>
<p>Ia meminta pemerintah hadir menata dan mendukung sikap saling hormat menghormati tersebut. Sehingga, kata dia, umat yang menjalankan ibadah puasa tidak merasa terganggu.</p>
<p>&#8220;Umat dari yang melaksanakan ibadah tersebut tidak usah merasa terganggu karena pemerintah sudah hadir menjaga dan memeliharanya agar umat dari agama yang melaksanakan ibadah tersebut dapat beribadah dengan tenang,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Kemudian, ia juga menyebut umat Islam tidak perlu melakukan sweeping karena pemerintah pasti menjaga kondusivitas di bulan Ramadan. &#8220;Mereka tidak perlu melakukan sweeping-sweeping karena pemerintah sudah menjamin hadirnya kondusivitas situasi bagi pemeluk agama untuk melaksanakan ibadahnya dan beberapa hari lagi umat islam akan berpuasa di bulan Ramadan,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak mengizinkan organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan penyisiran (sweeping) ke rumah makan selama bulan Ramadan. Ia meminta seluruh pihak menjaga suasana tetap damai dan rukun saat memasuki bulan puasa.</p>
<p>Hal itu disampaikan Pramono setelah meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2). Menurutnya, menyambut Ramadan harus dilakukan dengan penuh kedamaian, bukan dengan tindakan yang menimbulkan keresahan.</p>
<p>&#8220;Saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan,&#8221; kata Pramono di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).</p>
<p>Pemprov DKI, kata dia, sudah menyiapkan berbagai langkah agar masa peribadatan berjalan tertib. Menjawab pertanyaan soal potensi sweeping tempat makan oleh ormas, Pramono menegaskan larangan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,&#8221; tegasnya</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/mui-setuju-saling-menghormati-dan-tidak-ada-sweeping-rumah-makan/">MUI Setuju Saling Menghormati dan Tidak Ada Sweeping Rumah Makan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/mui-setuju-saling-menghormati-dan-tidak-ada-sweeping-rumah-makan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
