<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Awal Ramadhan Arsip - Muslim Network</title>
	<atom:link href="https://muslimnetwork.id/tag/awal-ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/awal-ramadhan/</link>
	<description>Jaringan Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 01:13:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://muslimnetwork.id/go/wp-content/uploads/2026/02/cropped-logo-muslimnetwork-32x32.jpg</url>
	<title>Awal Ramadhan Arsip - Muslim Network</title>
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/awal-ramadhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 01:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Amirsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Tasamuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211;Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/">Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211;Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyoroti adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H.</p>
<p>Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang biasa untuk disikapi dengan penuh kearifan dan bijaksana.</p>
<p>Hal ini bisa dilakukan dengan dasar argumentasi secara normatif sehingga ada dasar yang kuat dan empiris melalui argumentasi berdasarkan fakta di lapangan melalui tiga pendekatan.</p>
<p>&#8220;Pertama, bayani (teks/wahyu) melalui metode pemahaman yang berbasis pada teks keagamaan (Alquran dan Hadis) serta seringkali memiliki keragaman (khilafiyah) namun penuh rahmat,&#8221; kata Buya Amirsyah kepada media, Rabu (18/2/26).</p>
<p>Kedua, Irfani yakni metode yang didasarkan pada pendekatan intuisi, pengalaman langsung (kasyf/pengalaman batin). Ketiga, burhani digunakan untuk memahami hikmah, konteks dan manfaat ilmiah.</p>
<p>Buya Amirsyah menukil pernyataan Imam Ghazali yang tidak mempermasalahkan penggunaan hisab atau rukyah karena keduanya masuk dalam wilayah ijtihad.</p>
<p>Buya Amirsyah menjelaskan, hal itu terkait dengan ayat-ayat kauniyah memiliki landasan teologis dan fikih yang kuat, terutama dalam konteks perdebatan penentuan awal bulan Hijriyah.</p>
<p>&#8220;Yang penting penuh hikmah dan saling tasamuh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/">Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
