BeritaNasional

Anwar Abbas Soroti Pertemuan Prabowo dan Beberapa Tokoh-tokoh Kritis Soal Upaya Mengembalikan Kedaulatan Negara

240

Jakarta, muslimnetwork – Pertemuan Presiden Prabowo dengan beberapa tokoh yang dikenal cukup kritis di negeri ini hari Jumat (30/1/26) yang lalu patut diapresiasi karena peristiwa tersebut jelas-jelas punya arti penting bagi terciptanya suasana sejuk dan dinamis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Hal itu disampaikan tokoh bangsa, Anwar Abbas yang menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut bisa membuat langkah-langkah yang lebih baik bagi perkembangan bangsa dan negara kedepannya.

 

“Memang kita tahu dan sadar bahwa yang namanya perbedaan pendapat itu sudah alamiah apalagi adanya ketidak samaan informasi, kepentingan dan sudut pandang yang kita miliki,” ujar Buya Anwar Abbas, pada Senin (2/2/26).

 

Tetapi meskipun menurut Wakil Ketua Umum MUI itu, walau demikian kita jangan membiarkan perbedaan itu bergentayangan sedemikian rupa sehingga melahirkan isu dan masalah yang akan bisa menggangu perjalanan bangsa ini kedepannya.

 

Masih menurut Buya, disinilah kita gembira mendengar penjelasan Said Didu yang mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut semua peserta sepakat bahwa untuk membuat negeri ini bisa keluar dari masalah maka kita harus bisa mengembalikan kedaulatan negara sesuai dengan yang diamanatkan oleh konstitusi karena memang dalam beberapa dekade terakhir peran negara tampak telah dikebiri sehingga peran negara yang seharusnya melindungi dan mensejahterakan rakyat tidak dapat berjalan dengan baik.

 

“Hal itu terlihat dengan jelas dari banyaknya kebijakan yang dibuat oleh negara yang lebih berpihak kepada segelintir orang saja. Hal tersebut tentu tidak kita inginkan karena jelas-jelas tidak sesuai jiwa dan semangatnya dengan amanat konstitusi terutama pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” tandas Buya Anwar Abbas

 

Masih menurut tokoh ekonomi, sosial kemasyarakatan itu, sementara yang kita lihat sehari-hari yang namanya kesejahteraan dan kemakmuran itu hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, sementara rakyat banyak hanya dapat remah-remahnya saja.

 

“Hal itu bisa terjadi karena para pemilik kapital tidak lagi hanya menguasai ekonomi saja tapi juga politik sehingga banyak kebijakan yang dibuat oleh DPR dan pemerintah lebih banyak hanya menguntungkan para pemilik kapital,” tandasnya.

 

Keadaan ini menurut Buya tampak sudah sama-sama disadari oleh Prabowo dan para tokoh dalam pertemuan tersebut sehingga untuk memulihkan situasi ke arah yang lebih dinginkan mereka tampak telah bersepakat untuk berusaha bagi mengembalikan kedaulatan negara sesuai dengan amanat konstitusi karena hal inilah selama ini yang sudah tercoreng dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

“Bila itu bisa kita lakukan maka yang namanya keadilan, kesejahteraan dan sebesar-besar kemakmuran rakyat tentu akan bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

Exit mobile version