<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kiki OJK Arsip - Muslim Network</title>
	<atom:link href="https://muslimnetwork.id/tag/kiki-ojk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/kiki-ojk/</link>
	<description>Jaringan Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2026 01:18:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://muslimnetwork.id/go/wp-content/uploads/2026/02/cropped-logo-muslimnetwork-32x32.jpg</url>
	<title>Kiki OJK Arsip - Muslim Network</title>
	<link>https://muslimnetwork.id/tag/kiki-ojk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pjs Ketua Friderica Widyasari Dukung Pejabat OJK untuk Maju dan Naik Jadi ADK</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-friderica-widyasari-dukung-pejabat-ojk-untuk-maju-dan-naik-jadi-adk/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-friderica-widyasari-dukung-pejabat-ojk-untuk-maju-dan-naik-jadi-adk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 01:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ADK OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki OJK]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=342</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Pejabat sementara (Pjs) Ketua...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-friderica-widyasari-dukung-pejabat-ojk-untuk-maju-dan-naik-jadi-adk/">Pjs Ketua Friderica Widyasari Dukung Pejabat OJK untuk Maju dan Naik Jadi ADK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Pejabat sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mendukung para pejabat OJK untuk maju dan mendaftar sebagai calon pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK.</p>
<p>&#8220;Ya kita mendorong sih, temen-temen OJK maju. Maksudnya, ini ya, pejabat-pejabat Deputi Komisioner (OJK), silakan maju,&#8221; kata perempuan yang akrab disapa Kiki kepada media usai Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).</p>
<p>Saat ditanya lebih lanjut terkait peluang maju mendaftarkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Kiki langsung menepis karena saat ini masih berstatus ADK OJK.</p>
<p>&#8220;(Peluang maju) haduh, kan sudah ADK,&#8221; singkatnya sambil berlalu.</p>
<p>Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon pengganti ADK OJK melalui Keputusan Presiden RI Nomor 16/P Tahun 2026 pada 9 Februari 2026.</p>
<p>Adapun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota bersama delapan anggota lainnya, yaitu Perry Warjiyo, Suahasil Nazara, Bambang Eko Suhariyanto, Aida S. Budiman, Erwan Agus Purwanto, Dhahana Putra, Muhammad Rullyandi, dan Gusti Aju Dewi.</p>
<p>Pansel bekerja sigap dengan secara resmi membuka pendaftaran calon. Jabatan yang akan diisi adalah Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap Anggota, Wakil Ketua Dewan Komisioner merangkap Anggota, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota.</p>
<p>Pengisian jabatan ini dilakukan dalam rangka menjamin keberlanjutan kepemimpinan, penguatan tata kelola, serta optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi OJK sebagai lembaga independen, kredibel, dan berintegritas dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan nasional.</p>
<p>Syarat Calon ADK OJK Baru</p>
<p>Calon ADK OJK harus memenuhi persyaratan umum, antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki akhlak, moral, dan integritas yang baik.</p>
<p>Di samping itu, calon juga harus memenuhi syarat, ketentuan pendaftaran dan ketentuan khusus sesuai pengumuman pendaftaran Nomor PENG-1/PANSEL- DKOJK/2026 pada laman Kemenkeu dan Bank Indonesia.</p>
<p>Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman Seleksi DK OJK Kemenkeu mulai 11 Februari 2026 pukul 00.00 WIB sampai 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.</p>
<p>Selanjutnya, mekanisme seleksi dilakukan dalam empat tahap, terdiri dari Tahap I (Seleksi Administratif), Tahap II (Penilaian Masukan dari Masyarakat, Rekam Jejak, dan Makalah), Tahap III (Asesmen dan Pemeriksaan Kesehatan), dan Tahap IV (Afirmasi/Wawancara).</p>
<p>Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan melalui laman Kemenkeu, Bank Indonesia, dan Seleksi DK OJK Kemenkeu. Keputusan Panitia Seleksi bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>Panitia Seleksi mengundang putra-putri terbaik bangsa yang memenuhi persyaratan untuk menjadi calon ADK OJK guna memperkuat peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-friderica-widyasari-dukung-pejabat-ojk-untuk-maju-dan-naik-jadi-adk/">Pjs Ketua Friderica Widyasari Dukung Pejabat OJK untuk Maju dan Naik Jadi ADK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-friderica-widyasari-dukung-pejabat-ojk-untuk-maju-dan-naik-jadi-adk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pjs Ketua OJK Widyasari Dewi Pastikan Keberlangsungan Keseluruhan Tugas Fungsi OJK Berjalan Baik Sampai Terpilihnya Ketua Baru</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-ojk-widyasari-dewi-pastikan-keberlangsungan-keseluruhan-tugas-fungsi-ojk-berjalan-baik-sampai-terpilihnya-ketua-baru/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-ojk-widyasari-dewi-pastikan-keberlangsungan-keseluruhan-tugas-fungsi-ojk-berjalan-baik-sampai-terpilihnya-ketua-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 01:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki OJK]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Pansel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekasi, muslim network &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-ojk-widyasari-dewi-pastikan-keberlangsungan-keseluruhan-tugas-fungsi-ojk-berjalan-baik-sampai-terpilihnya-ketua-baru/">Pjs Ketua OJK Widyasari Dewi Pastikan Keberlangsungan Keseluruhan Tugas Fungsi OJK Berjalan Baik Sampai Terpilihnya Ketua Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi, muslim network &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal pencarian calon pimpinan baru yang akan menduduki jabatan Anggota Dewan Komisioner OJK dalam waktu dekat.</p>
<p>Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, sebagai Pjs dia bertugas memastikan keberlangsungan keseluruhan dari tugas fungsi OJK dapat berjalan dengan baik, sembari melaksanakan program-program yang diperlukan, terutama menyikapi dinamika di pasar modal kemarin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Terkait pertanyaan tentang pansel, itu kan ada di Kementerian Keuangan, ya itu di luar kami,&#8221; ujar Kiki ditemui usai Witnessing SNLIK, di Bekasi, Senin, (9/2/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih jauh, Kiki memastikan proses transisi akan berjalan dengan baik. Terkait kemungkinan adanya sosok pejabat karir yang menjadi calon pemimpin OJK, Kiki enggan berkomentar lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Siapapun nanti yang terpilih, kita siap bekerja sama. Saya tidak tahu (terkait adanya pejabat karir yang masuk bursa calon pejabat OJK),&#8221; pungkas Kiki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan panitia seleksi (Pansel) yang akan mengawal seleksi calon pimpinan OJK pada periode mendatang akan mulai berjalan hari ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pansel OJK ini akan bertugas menyeleksi jabatan yang sebelumnya ditinggalkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, dan ADK OJK Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Purbaya memastikan paling lama seminggu ini sudah ada calon ketua OJK dan dalam dua minggu, ketua OJK baru sudah terpilih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dimulai prosesnya hari ini sudah mulai jalan. Saya pikir cepet seminggu ini sudah ada yang disiapkan siapa yang akan jadi ketua, dan dalam waktu dua minggu paling lambat kita sudah punya ketua OJK baru,&#8221; kata Purbaya selepas Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin (2/2/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan prioritas yang pertama adalah membentuk Pansel OJK, baru setelah itu pemilihan Direksi BEI.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-ojk-widyasari-dewi-pastikan-keberlangsungan-keseluruhan-tugas-fungsi-ojk-berjalan-baik-sampai-terpilihnya-ketua-baru/">Pjs Ketua OJK Widyasari Dewi Pastikan Keberlangsungan Keseluruhan Tugas Fungsi OJK Berjalan Baik Sampai Terpilihnya Ketua Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/pjs-ketua-ojk-widyasari-dewi-pastikan-keberlangsungan-keseluruhan-tugas-fungsi-ojk-berjalan-baik-sampai-terpilihnya-ketua-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukungan Penuh Umat Islam dan Ulama kepada Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Kiki Widyasari menjadi Kepala Otorita Jasa Keuangan</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/dukungan-penuh-umat-islam-dan-ulama-kepada-ketua-masyarakat-ekonomi-syariah-kiki-widyasari-menjadi-kepala-otorita-jasa-keuangan/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/dukungan-penuh-umat-islam-dan-ulama-kepada-ketua-masyarakat-ekonomi-syariah-kiki-widyasari-menjadi-kepala-otorita-jasa-keuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 00:15:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki OJK]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Umat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=286</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Thowaf Zuharon Ketua Satuan Kerja Aksi Nyata...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/dukungan-penuh-umat-islam-dan-ulama-kepada-ketua-masyarakat-ekonomi-syariah-kiki-widyasari-menjadi-kepala-otorita-jasa-keuangan/">Dukungan Penuh Umat Islam dan Ulama kepada Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Kiki Widyasari menjadi Kepala Otorita Jasa Keuangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Thowaf Zuharon</p>
<p>Ketua Satuan Kerja Aksi Nyata Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia</p>
<p>Ada tokoh yang lahir dari rahim kekuasaan. Ada pula yang ditempa oleh perjalanan panjang lintas dunia—seni, intelektual, kebijakan, dan pengabdian sosial—hingga akhirnya berdiri di simpul sejarah yang menentukan. Frederica Widyasari Dewi, yang lebih akrab dipanggil Kiki Widyasari, termasuk kategori yang kedua.</p>
<p>Ia bukan figur yang muncul tiba-tiba di ruang kekuasaan negara, melainkan hasil dari lintasan hidup yang panjang, berliku, dan sarat pembelajaran sosial.</p>
<p>Sejak remaja, Kiki telah mengenal ruang publik. Dunia seni peran memperkenalkannya pada disiplin, kerja keras, dan ketajaman membaca manusia. Ketika ia tampil dalam sinetron kolosal Angling Dharma, memerankan permaisuri Raja Angling Dharma, publik menyaksikan sosok perempuan yang tidak sekadar menjadi ornamen kekuasaan, melainkan penopang moral dan kebijaksanaan. Peran itu, disadari atau tidak, menjadi metafora awal perjalanan hidupnya: berada di sekitar kekuasaan, namun memilih jalan etika.</p>
<p>Tak banyak figur publik yang berani meninggalkan popularitas demi pendidikan. Kiki melakukannya. Ia masuk ke Universitas Gadjah Mada, sebuah kampus yang sejak lama dikenal sebagai ladang persemaian intelektual kritis dan kesadaran sosial.</p>
<p>Di lingkungan ini, ia bersentuhan dengan tradisi diskusi, kepekaan terhadap problem rakyat, dan etos keilmuan yang menolak berpikir dangkal. Fase kemahasiswaan ini—meski jarang disorot media—menjadi fondasi penting bagi cara berpikirnya tentang negara, ekonomi, dan keadilan sosial.</p>
<p>Pendidikan lanjutannya di Amerika Serikat mempertemukannya dengan wajah lain dunia: kapitalisme global yang efisien dan agresif, namun kerap dingin terhadap penderitaan sosial. Ia mempelajari ekonomi modern dan pasar keuangan bukan sebagai dogma, melainkan sebagai sistem yang harus dipahami agar bisa dikoreksi.</p>
<p>Ketika kembali ke Indonesia, ia datang bukan sebagai penganut pasar bebas yang buta nilai, melainkan sebagai pembaca sistem yang sadar akan risikonya.</p>
<p>Karier profesionalnya di Bursa Efek Indonesia menjadi laboratorium nyata. Di sana ia menyaksikan langsung bagaimana modal bergerak, bagaimana keuntungan dibukukan, dan bagaimana kerugian sosial sering kali tidak tercatat.</p>
<p>Ia meniti karier dari posisi teknis hingga jajaran direksi. Pengalaman ini berlanjut di Kustodian Sentral Efek Indonesia dan kemudian sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. Ia memahami pasar modal Indonesia bukan dari laporan, melainkan dari praktik sehari-hari.</p>
<p>Justru dari jantung kapitalisme itulah kegelisahan etik tumbuh. Kiki melihat bahwa tanpa nilai, sistem keuangan akan selalu mengorbankan yang lemah. Di republik dengan penduduk muslim terbesar di dunia, ekonomi bukan sekadar persoalan angka, grafik, dan neraca.</p>
<p>Ia adalah soal keberpihakan: siapa yang dilindungi, siapa yang diberdayakan, dan siapa yang terus tertinggal. Dalam lanskap inilah ekonomi syariah seharusnya dipahami—bukan sekadar varian sistem keuangan, melainkan jalan etik untuk menghadirkan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan umat.</p>
<p>Namun sejarah menunjukkan, potensi besar itu lama berjalan tertatih. Ekonomi syariah kerap dipinggirkan sebagai pelengkap, hadir dalam seminar dan jargon, tetapi belum sepenuhnya menjelma menjadi kekuatan struktural.</p>
<p>Maka ketika seorang teknokrat perempuan dengan rekam jejak panjang di pasar modal sekaligus penggerak ekonomi syariah tampil di panggung nasional, wajar jika umat Islam memberi perhatian serius.</p>
<p>Sejak pertengahan 2010-an, Kiki menempatkan energi intelektual dan organisasionalnya pada agenda yang kala itu belum populer: membangun ekonomi syariah sebagai ekosistem, bukan sekadar produk.</p>
<p>Dari titik inilah ia menemukan rumah pengabdian sejatinya di Masyarakat Ekonomi Syariah. Sebagai Sekretaris Jenderal, lalu Ketua Pengurus Pusat, ia mengubah MES dari organisasi elitis menjadi simpul strategis umat—menghubungkan ulama dengan regulator, pesantren dengan pasar, dan ekonomi umat dengan kebijakan negara.</p>
<p>Di tangan Kiki, ekonomi syariah tidak lagi dibatasi pada perbankan, melainkan diperluas menjadi ekosistem halal yang menyentuh pangan, farmasi, fesyen, logistik, hingga pembiayaan UMKM. Ia terlibat langsung menyatukan visi ulama dengan bahasa kebijakan negara melalui berbagai forum kolaborasi MES dengan Bank Indonesia, OJK, dan kementerian.</p>
<p>Industri halal ia dorong sebagai strategi nasional, bukan ceruk eksklusif. UMKM halal, pesantren, dan santri diposisikan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar objek bantuan.</p>
<p>Dalam berbagai forum MES, Kiki menegaskan bahwa ekonomi syariah harus berdiri di atas dua kaki: kepatuhan syariah dan daya saing global. Halal baginya bukan sekadar label religius, melainkan standar kualitas dan etika.</p>
<p>Dari sana ia mendorong penguatan rantai nilai halal, perluasan ekspor produk halal Indonesia, serta integrasi keuangan syariah dengan sektor riil—sebuah strategi yang dijalankan melalui kerja sama lintas lembaga.</p>
<p>Ketika kemudian Kiki dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, khususnya membidangi perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen, agenda itu menemukan panggung struktural.</p>
<p>Dari posisi ini, ia berada di garis depan menghadapi wajah paling telanjang dari sistem keuangan yang tidak berkeadilan: pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan praktik keuangan yang menjerat masyarakat kecil.</p>
<p>Bagi umat Islam, persoalan ini bukan semata pelanggaran hukum, melainkan kezaliman ekonomi. Kiki memahami itu. Karena itu, pendekatannya tidak berhenti pada penindakan, tetapi menekankan edukasi dan literasi keuangan—termasuk keuangan syariah—sebagai benteng awal agar umat tidak menjadi korban.</p>
<p>Ia mengaitkan literasi dengan etika, transparansi, dan tanggung jawab sosial, nilai-nilai yang sejalan dengan maqashid syariah: menjaga harta, akal, dan martabat manusia.</p>
<p>Pengalamannya sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan memperkaya perspektif lintas sektor. Ia memahami bahwa kebijakan fiskal, moneter, dan pengawasan keuangan harus berjalan seiring, serta bahwa negara tidak boleh netral ketika berhadapan dengan kejahatan keuangan yang menyasar rakyat kecil.</p>
<p>Di titik ini, pertanyaan tentang kepemimpinan OJK menjadi pertanyaan politik dan moral sekaligus. OJK bukan lembaga teknis semata, melainkan penentu arah. Dengan kewenangan penyidikan yang dimilikinya, OJK dapat menjadi alat keadilan atau sekadar penjaga stabilitas semu.</p>
<p>Dalam konteks inilah, dukungan ulama dan umat Islam kepada Kiki Widyasari menjadi signifikan. Ia bukan hanya teknokrat perempuan, melainkan penggerak ekonomi syariah, jembatan antara ulama dan negara, serta pembaca sistem yang memahami bagaimana modal bekerja dan bagaimana ia harus dikendalikan.</p>
<p>Dukungan ini tentu bukan tanpa syarat. Ia adalah amanah. Jika dipercaya memimpin OJK, Kiki memikul tanggung jawab besar: memastikan ekonomi syariah tidak menjadi kosmetik, industri halal tidak dikuasai segelintir modal, dan sistem keuangan tidak lagi menjadi alat pemiskinan struktural.</p>
<p>Sejarah sering bergerak pelan, melalui figur yang tidak berteriak, tetapi bekerja konsisten. Dalam diri Kiki Widyasari, perjalanan hidup—dari panggung seni, ruang kampus, forum ulama, hingga pusat kebijakan negara—bertemu dalam satu garis besar: keberpihakan pada keadilan dan kemaslahatan.</p>
<p>Kini, umat Islam dan ulama dihadapkan pada pilihan sejarah: diam, atau memberi dukungan penuh pada arah baru ekonomi yang lebih halal, lebih adil, dan lebih manusiawi. Dukungan kepada Kiki Widyasari bukan soal personalitas, melainkan pilihan tentang masa depan ekonomi umat dan arah keadilan di negeri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/dukungan-penuh-umat-islam-dan-ulama-kepada-ketua-masyarakat-ekonomi-syariah-kiki-widyasari-menjadi-kepala-otorita-jasa-keuangan/">Dukungan Penuh Umat Islam dan Ulama kepada Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Kiki Widyasari menjadi Kepala Otorita Jasa Keuangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/dukungan-penuh-umat-islam-dan-ulama-kepada-ketua-masyarakat-ekonomi-syariah-kiki-widyasari-menjadi-kepala-otorita-jasa-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Panjang, Akademik, Integritas dan Tanggung Jawab Ada Pada Sosok Ketua OJK yang Baru</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/pengalaman-panjang-akademik-integritas-dan-tanggung-jawab-ada-pada-sosok-ketua-ojk-yang-baru/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/pengalaman-panjang-akademik-integritas-dan-tanggung-jawab-ada-pada-sosok-ketua-ojk-yang-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 00:10:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki OJK]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peran Penting Kiki Widyasari dalam Pemerintahan Prabowo Subianto...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pengalaman-panjang-akademik-integritas-dan-tanggung-jawab-ada-pada-sosok-ketua-ojk-yang-baru/">Pengalaman Panjang, Akademik, Integritas dan Tanggung Jawab Ada Pada Sosok Ketua OJK yang Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peran Penting Kiki Widyasari dalam Pemerintahan Prabowo Subianto<br />
Pergantian kepemimpinan nasional selalu membawa harapan baru, sekaligus tantangan yang tidak ringan.</p>
<p>Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, konsolidasi ekonomi dan stabilitas sektor keuangan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan agenda pembangunan nasional.</p>
<p>Di tengah kompleksitas tersebut, peran lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan menjadi semakin strategis. OJK tidak lagi sekadar regulator, melainkan penentu arah tata kelola sektor jasa keuangan yang berdampak langsung pada dunia usaha dan kehidupan masyarakat luas.</p>
<p>Dalam konteks itu, sosok Frideica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, patut mendapatkan perhatian serius. Pengalamannya sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027 sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen menempatkannya di posisi yang sangat dekat dengan persoalan riil masyarakat.</p>
<p>Dari pengaduan konsumen, literasi keuangan, hingga penanganan praktik-praktik keuangan yang merugikan publik, Kiki berada di garis depan pengawasan.<br />
Pengalaman tersebut menjadi relevan ketika sektor jasa keuangan nasional masih menghadapi tantangan besar.</p>
<p>Maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta berbagai modus penyalahgunaan teknologi keuangan menunjukkan bahwa pengawasan tidak cukup hanya kuat secara regulasi, tetapi juga harus tajam dalam implementasi.</p>
<p>Di sinilah keunggulan figur yang memahami persoalan dari dalam sistem menjadi penting. Dalam arti positif, Kiki dapat disebut sebagai “orang dalam” yang memahami seluk-beluk kelembagaan, budaya kerja, serta tantangan struktural OJK.</p>
<p>Rekam jejak Kiki tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia pernah menjabat Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022, sebuah posisi yang menuntut kepemimpinan korporasi sekaligus kepatuhan tinggi terhadap prinsip tata kelola dan manajemen risiko.</p>
<p>Sebelumnya, ia juga menghabiskan sekitar satu dekade berkarier di Bursa Efek Indonesia sejak 2006 hingga 2015, bahkan menjadi bagian dari jajaran direksi pada 2009.</p>
<p>Pengalaman panjang di pasar modal ini memberi pemahaman mendalam tentang dinamika pelaku usaha, mekanisme perdagangan, serta risiko sistemik yang kerap luput dari pengamatan di tingkat permukaan.</p>
<p>Selain pengalaman praktis, Kiki juga memiliki fondasi akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan S1 Ekonomi Universitas Gadjah Mada, melanjutkan pendidikan S2 Ekonomi di Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor ekonomi di UGM pada 2019.</p>
<p>Latar belakang ini penting, karena kepemimpinan di sektor strategis seperti OJK membutuhkan kemampuan analisis kebijakan yang berbasis data, teori ekonomi, dan pemahaman global, bukan sekadar pendekatan administratif.</p>
<p>Peran Kiki juga pernah bersinggungan langsung dengan kebijakan publik nasional ketika ia dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya mengenai koordinasi lintas lembaga, hubungan antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan, serta pentingnya menjaga kepercayaan pasar dan publik secara bersamaan.</p>
<p>Dalam pemerintahan Prabowo Subianto yang dihadapkan pada agenda besar pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan kemandirian nasional, OJK memerlukan figur-figur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian mengambil keputusan.</p>
<p>Apalagi, dengan tambahan kewenangan penyidikan yang diberikan oleh undang-undang, OJK dituntut lebih tegas dalam menindak kejahatan di sektor keuangan, tanpa ragu dan tanpa pandang bulu.</p>
<p>Pergantian atau penguatan kepemimpinan di OJK semestinya dimaknai sebagai momentum memperbaiki iklim sektor jasa keuangan nasional. Dukungan publik menjadi penting, namun yang lebih utama adalah kehadiran figur yang memiliki pengalaman, keilmuan, dan rekam jejak yang teruji.</p>
<p>Dalam hal ini, Kiki Widyasari Dewi memiliki modal yang memadai untuk berperan lebih jauh dalam menjaga stabilitas dan keadilan sektor keuangan Indonesia.<br />
Pada akhirnya, jabatan adalah amanah dan pertaruhan.</p>
<p>Pengalaman panjang, latar belakang akademik, serta integritas selama berkarier menjadi jaminan sekaligus tanggung jawab moral. Jika dipercaya mengemban peran strategis yang lebih besar, publik berharap Kiki mampu menjawab tantangan zaman dan menjadikan OJK sebagai lembaga yang benar-benar melindungi kepentingan nasional dan masyarakat luas.</p>
<p>Hamdan Nugroho<br />
Aktivis 98, Pengurus KAHMI, dan Keluarga  Muhammadiyah</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/pengalaman-panjang-akademik-integritas-dan-tanggung-jawab-ada-pada-sosok-ketua-ojk-yang-baru/">Pengalaman Panjang, Akademik, Integritas dan Tanggung Jawab Ada Pada Sosok Ketua OJK yang Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/pengalaman-panjang-akademik-integritas-dan-tanggung-jawab-ada-pada-sosok-ketua-ojk-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Friderica Widyasari Dewi &#8216;Kiki&#8221; Catatkan Sejarah, Jadi Perempuan Pertama di Kursi Ketua OJK</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/friderica-widyasari-dewi-kiki-catatkan-sejarah-jadi-perempuan-pertama-di-kursi-ketua-ojk/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/friderica-widyasari-dewi-kiki-catatkan-sejarah-jadi-perempuan-pertama-di-kursi-ketua-ojk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 17:19:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Friderica Widyasari Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki OJK]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Muslim Network &#8211; Sejarah baru terukir dalam perjalanan...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/friderica-widyasari-dewi-kiki-catatkan-sejarah-jadi-perempuan-pertama-di-kursi-ketua-ojk/">Friderica Widyasari Dewi &#8216;Kiki&#8221; Catatkan Sejarah, Jadi Perempuan Pertama di Kursi Ketua OJK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Muslim Network &#8211; Sejarah baru terukir dalam perjalanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Institusi Tanah Air yang menjadi penjaga stabilitas sistem keuangan nasional kini dipimpin Friderica Widyasari Dewi. Perempuan yang akrab disapa Kiki menjadi perempuan pertama yang memimpin OJK, setelah ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK pada Sabtu (31/1/2026)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski menyandang status pejabat sementara (Pjs), posisi yang diembannya bukan simbolik. Kiki berada di titik kendali tertinggi regulator sektor jasa keuangan Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2011 tersebut. Sebagai nahkoda, ia memegang penuh kewenangan strategis dan operasional lembaga yang mengawasi stabilitas perbankan, pasar modal, industri keuangan non bank, pelindungan konsumen hingga aset kripto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti diketahui, pucuk pimpinan tertinggi sebelumnya dijabat oleh Muliaman D. Hadad sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2012–2017, Wimboh Santoso (2017-2022), Mahendra Siregar (2022–mengundurkan diri 30 Januari 2026). Disusul Friderica Widyasari Dewi sebagai Pjs sejak sepekan lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>OJK adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Secara lebih lengkap, OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 21 tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tugas pengawasan industri keuangan non-bank dan pasar modal secara resmi beralih dari Kementerian Keuangan dan Bapepam-LK ke OJK pada 31 Desember 2012. Sedangkan pengawasan di sektor perbankan beralih ke OJK pada 31 Desember 2013 dan Lembaga Keuangan Mikro pada 2015.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menelisik lebih jauh, berdasarkan pantauan tim Datatrust Investortrust, ada 16 negara yang punya lembaga integrated financial regulator serupa lembaga OJK. Yang menarik bahwa masih sedikit kepemimpinan perempuan di pucuk regulator keuangan yang saat ini menjabat. Saat ini setidaknya ada Nathalie Aufauvre &#8211; L&#8217;Autorité de contrôle prudentiel et de resolution (ACPR) *Perancis; Louise Caroline Mogensen &#8211; Danish Financial Supervisory Authority (DFSA) *Denmark; dan Elvira Nabiullina &#8211; Central Bank of Russia (CBR) *Rusia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepemimpinan Kiki bukanlah kejutan bagi pimpinan lembaga keuangan hingga jurnalis, melainkan rangkuman rekam jejak (track record) panjang dan konsisten.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang menarik, meski mengawali karier di seni peran dengan membintangi berbagai judul sinetron terpopuler (Angling Dharma, Panji Milenium, dan Doaku Harapanku) pada era akhir 1990-an hingga awal 2000-an, ia justru menempuh ilmu dengan terbang beribu ribu mil dan surut dari ingar-bingar panggung keartisan. Bahkan, ibu dari dua anak itu justru berhasil mengukir prestasi di dunia keuangan. Hal itu tidak mengherankan, perempuan yang baru genap berusia 50 tahun tersebut ternyata sejak kecil menjadi langganan siswa terbaik dan pernah mengikuti Olimpiade Matematika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Usai menyelesaikan program Master dengan pilihan bidang studi keuangan di California State University of Fresno, Amerika Serikat (AS), ia banyak mendapat tawaran mengajar di beberapa perguruan tinggi ternama, mulai dari Atma Jaya sampai Universitas Indonesia. Maklum, ketika menimba ilmu di AS, Kiki yang sempat duduk di Kadin sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pengkajian Permodalan dan Perbankan, didapuk menjadi asisten dosen untuk mata kuliah keuangan. Ia juga banyak mendapat pinangan dari perusahaan, salah satunya perusahaan konsultan yang melamarnya menjadi salah satu direktur dengan kompensasi gaji yang besar plus fasilitas menggiurkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun semua tawaran itu ditolaknya, ia jatuh hati pada pasar modal dan memulai karier perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berangkat dari pengalamannya sewaktu di AS. Hingga pada satu masa, ia dicalonkan menjadi direksi BEI dan akhirnya mendapuk sebagai Direktur Pengembangan Bisnis BEI. Kiki tercatat menjadi direksi termuda di BEI. Ia juga menjadi satu-satunya direksi wanita pada periode 2009-2012.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menariknya, sebagai calon kandidat ketika itu, putri pasangan Soegih Hidayat dan Caecilia Hanggarini tersebut menawarkan program dan kampanye seputar kapitalisasi pasar dan good governance, baik di bursa maupun di industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di berbagai forum, istri dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono memang kerap tampil dengan gaya yang lugas dan bisa menghadirkan ketegasan. Tegas dalam menjaga stabilitas, cerdas merespons perubahan, dan anggun dalam memimpin institusi. Selain itu, dalam konferensi pers bulanan OJK, ia pun selalu memimpinan jalannya acara. Pendekatan itu menjadikannya sosok yang disegani, baik oleh pelaku industri keuangan, pembuat kebijakan, maupun mitra keuangan internasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penunjukan Kiki juga membawa makna simbolik yang kuat. Di tengah dominasi laki-laki dalam jabatan puncak regulator keuangan, kehadirannya menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan pengecualian. Kiki pun sempat menyarankan, kaum perempuan yang ingin maju dan menapaki karier sebagai pemimpin di sebuah organisasi haruslah memiliki kepercayaan diri tinggi, diimbangi kapabilitas yang tinggi pula. Perempuan harus lebih ekstra daripada kaum laki-laki, harus lebih cerdas dan mampu memiliki nilai tambah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Guru Besar Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat menilai, Kiki sebagai sosok perempuan dapat dipandang simbol &#8220;cermat, tata kelola yang hati-hati&#8221;. Karena pernah di dunia entertainment, ia juga akan memiliki public dan media engagement yang relatif baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kemampuan yang dimilikinya, Rosdiana tak heran karier Kiki di BEI cepat meroket. &#8220;Setidaknya sebagai pemimpin perempuan pertama di OJK, Mbak Kiki diharapkan membawa penyegaran dari sisi leadership style,&#8221; katanya kepada Investortrust, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi pasar modal Indonesia yang tengah menghadapi tantangan struktural dan kepercayaan investor hari ini seolah mengonfirmasi relevansi pemikiran akademik Friderica Widyasari Dewi. Jauh sebelum dinamika ini mengemuka, perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut telah menaruh perhatian serius pada fondasi pasar modal nasional melalui karya ilmiahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam disertasinya untuk meraih gelar Doktor dari Programmer Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2019, Kiki mengkaji secara mendalam persoalan pertumbuhan pasar modal Indonesia yang dinilai belum optimal. Melalui disertasi berjudul “Analisis Dampak Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan dan Risiko pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia”, ia menyoroti bagaimana struktur kepemilikan, tata kelola, dan manajemen risiko berperan penting dalam membentuk nilai perusahaan sekaligus tingkat kepercayaan pasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam disertasinya Kiki juga menyoroti paradoks perkembangan pasar modal Indonesia yang tumbuh cukup pesat secara kinerja, namun belum optimal dalam mendukung kebutuhan pendanaan pembangunan nasional. Meski IHSG menunjukkan penguatan dan menempatkan Indonesia pada posisi kompetitif di kawasan Asia, tingkat partisipasi investor domestik saat itu masih sangat rendah, kurang dari 1% populasi, serta kepemilikan asing yang relatif besar masih menimbulkan risiko capital flight.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia belum sepenuhnya menjalankan mandat UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 sebagai sarana pemerataan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui penelitian empiris terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2011–2015, Kiki menganalisis dampak struktur kepemilikan terhadap nilai dan risiko perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara konsentrasi kepemilikan pada satu pihak dengan nilai perusahaan, yang menguatkan argumen terjadinya ekspropriasi oleh pemegang saham mayoritas terhadap pemegang saham minoritas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berjalannya waktu, per akhir 2025, investor pasar modal mencapai 20,32 juta single investor identification (SID), sedangkan populasi penduduk Indonesia telah melampaui 287 juta jiwa, menjadikannya salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Profil Dr. Friderica Widyasari Dewi SE, MBA</strong></p>
<p>Tempat tanggal lahir: Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pendidikan Formal</strong></p>
<p>2019: Doktor (S3) Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Universitas Gadjah Mada (UGM) &#8211; Predikat Cumlaude.</p>
<p>2004: Master of Business Administration (MBA), California State University of Fresno, Amerika Serikat.</p>
<p>2001: Sarjana Ekonomi (SE), Universitas Gadjah Mada (UGM).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengalaman Kerja</strong></p>
<p>2022 – Saat ini: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK</p>
<p>2020-2022: Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas</p>
<p>2016-2019: Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)</p>
<p>2015-2016: Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)</p>
<p>2009 -2015: Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI)</p>
<p>2023 – Saat ini: Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC)</p>
<p>2023 – Saat ini: Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Organisasi Internasional</strong></p>
<p>2022 – Saat ini: Advisory Board pada The OECD Internasional Network on Financial Education (OECD/INFE)</p>
<p>2022 – Saat ini: Governing Council pada the International Finansial Consumer Protection Organisation (FinCoNet)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Publikasi Buku</strong></p>
<p>Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi</p>
<p>Pengawasan Market Conduct: A Game Changer</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penghargaan</strong>:</p>
<p>Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services</p>
<p>BIG 40 Awards: Consumer Protection Governance Strategist</p>
<p>The Most Outstanding Woman 2025</p>
<p>Top 100 Most Outstanding Women 2023</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sertifikasi</strong></p>
<p>Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan oleh OJK (2019)</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/friderica-widyasari-dewi-kiki-catatkan-sejarah-jadi-perempuan-pertama-di-kursi-ketua-ojk/">Friderica Widyasari Dewi &#8216;Kiki&#8221; Catatkan Sejarah, Jadi Perempuan Pertama di Kursi Ketua OJK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/friderica-widyasari-dewi-kiki-catatkan-sejarah-jadi-perempuan-pertama-di-kursi-ketua-ojk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
