<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dakwah Arsip - Muslim Network</title>
	<atom:link href="https://muslimnetwork.id/kategori/dakwah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimnetwork.id/kategori/dakwah/</link>
	<description>Jaringan Muslim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 10:04:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://muslimnetwork.id/go/wp-content/uploads/2026/02/cropped-logo-muslimnetwork-32x32.jpg</url>
	<title>Dakwah Arsip - Muslim Network</title>
	<link>https://muslimnetwork.id/kategori/dakwah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Kaum Yahudi di Iran (Persia) sejak Musa hingga Mojtaba Khomeini</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/sejarah-kaum-yahudi-di-iran-persia-sejak-musa-hingga-mojtaba-khomeini/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/sejarah-kaum-yahudi-di-iran-persia-sejak-musa-hingga-mojtaba-khomeini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 10:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Thowaf Zuharon Sejarah panjang kaum Yahudi di...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sejarah-kaum-yahudi-di-iran-persia-sejak-musa-hingga-mojtaba-khomeini/">Sejarah Kaum Yahudi di Iran (Persia) sejak Musa hingga Mojtaba Khomeini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Thowaf Zuharon</p>
<p>Sejarah panjang kaum Yahudi di Iran adalah kisah yang sulit diringkas dalam satu garis lurus. Ia bukan sekadar cerita pengasingan, juga bukan semata kisah perlindungan. Ia adalah sejarah tentang perpindahan, adaptasi, dan ketahanan—dimulai dari masa paling awal dalam tradisi kenabian hingga realitas politik kontemporer Iran hari ini.</p>
<p>Dalam tradisi Yahudi dan Islam, kisah Nabi Musa menandai fase penting pembentukan identitas Bani Israel sebagai sebuah umat yang terikat oleh pengalaman kolektif: penindasan, pembebasan, lalu pencarian tanah yang dijanjikan. Namun sejarah kemudian membawa sebagian dari mereka jauh dari Palestina. Setelah kehancuran Yerusalem oleh Babilonia pada abad ke-6 sebelum Masehi, ribuan orang Yahudi diangkut ke wilayah Mesopotamia. Dari sana, sebagian bergerak lebih jauh ke timur, memasuki wilayah Persia—sebuah perpindahan yang kelak menjadi fondasi komunitas Yahudi Iran.</p>
<p>Momentum yang mengubah arah sejarah itu datang pada masa Cyrus Agung. Setelah menaklukkan Babilonia pada 539 SM, ia mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan orang Yahudi kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci. Sejarawan seperti dan menilai kebijakan ini sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah diaspora Yahudi. Namun, tidak semua kembali. Sebagian memilih menetap di Persia, membangun kehidupan baru di bawah kekuasaan yang relatif memberi ruang bagi keberagaman.</p>
<p>Sejak saat itu, Persia berkembang menjadi salah satu pusat penting kehidupan Yahudi di luar Palestina. Dalam kajian dan , komunitas Yahudi Persia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkontribusi dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Mereka hadir sebagai pedagang, pengrajin, dan bagian dari jaringan perdagangan lintas kawasan yang menghubungkan Persia dengan Asia Tengah hingga India. Relasi mereka dengan kekuasaan Persia bersifat dinamis—kadang harmonis, kadang penuh tekanan—namun memiliki kesinambungan yang panjang.</p>
<p>Kedatangan Islam pada abad ke-7 tidak menghapus keberadaan komunitas ini. Dalam struktur masyarakat Islam, Yahudi diakui sebagai ahl al-dhimma—komunitas yang dilindungi dengan sejumlah batasan sosial. Sejarawan mencatat bahwa status ini menciptakan keseimbangan yang kompleks: ada jaminan keamanan, tetapi juga posisi sosial yang tidak sepenuhnya setara. Meski demikian, komunitas Yahudi di Persia tetap mempertahankan identitasnya, menjalankan tradisi keagamaan, dan berperan dalam aktivitas ekonomi kota.</p>
<p>Pada masa-masa berikutnya, kota-kota seperti Isfahan dan Shiraz menjadi pusat kehidupan Yahudi Persia. Di Isfahan, kawasan Yahudiyah berkembang sebagai pusat komunitas yang aktif secara ekonomi. Di Shiraz, kehidupan keagamaan berlangsung lebih konservatif, menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun. Dalam penelitian , disebutkan bahwa komunitas Yahudi Persia memiliki daya tahan sosial yang kuat, bahkan dalam menghadapi periode diskriminasi dan tekanan, terutama pada era Safavid.</p>
<p>Memasuki abad ke-20, terutama pada masa , komunitas Yahudi Iran mengalami peningkatan signifikan dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Mereka mulai memasuki sektor profesional—dokter, akademisi, dan pengusaha. Sejarawan mencatat bahwa periode ini membuka peluang integrasi sosial yang lebih luas dibandingkan masa sebelumnya. Namun modernitas ini tidak berlangsung lama.</p>
<p>Revolusi 1979 menjadi titik balik yang menentukan. Ketika mengambil alih kekuasaan, perubahan sistem politik diikuti oleh gelombang ketidakpastian sosial. Dalam waktu singkat, sebagian besar komunitas Yahudi Iran memilih meninggalkan negara tersebut. Mereka bermigrasi ke Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Eksodus ini tidak hanya mengurangi jumlah populasi, tetapi juga mengubah struktur sosial dan ekonomi komunitas Yahudi Iran secara drastis.</p>
<p>Namun, penting dicatat bahwa komunitas Yahudi tidak sepenuhnya hilang dari Iran. Mereka tetap diakui sebagai minoritas resmi negara, memiliki perwakilan di parlemen, serta menjalankan institusi keagamaan dan sosial. Dalam penelitian kontemporer , disebutkan bahwa Yahudi Iran modern hidup dalam posisi yang kompleks: di satu sisi diakui sebagai warga negara, di sisi lain harus menavigasi ruang politik yang sensitif.</p>
<p>Pada masa kini, di bawah bayang-bayang dinamika politik Iran yang terus berkembang, termasuk munculnya figur seperti , komunitas Yahudi Iran tetap bertahan dalam jumlah kecil. Mereka tersebar di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Aktivitas mereka lebih banyak berada di sektor lokal—perdagangan kecil, profesi medis, dan kehidupan komunitas yang cenderung tertutup namun stabil.</p>
<p>Di luar Iran, cerita yang berbeda justru berkembang. Diaspora Yahudi Iran di Amerika Serikat dan Israel menunjukkan keberhasilan ekonomi dan sosial yang signifikan. Mereka menjadi bagian dari jaringan global di bidang bisnis, teknologi, dan keuangan. Dengan demikian, terjadi pemisahan antara sejarah yang tertinggal di Iran dan masa depan yang tumbuh di luar negeri.</p>
<p>Di titik inilah sejarah menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Persia—dan kemudian Iran—adalah salah satu wilayah yang sejak masa kuno memberikan ruang panjang bagi keberlangsungan komunitas Yahudi. Dari masa Cyrus hingga era modern, komunitas Yahudi di Teheran, Isfahan, dan Shiraz tetap hidup, bahkan ketika banyak komunitas Yahudi di tempat lain mengalami pengusiran atau kehancuran.</p>
<p>Namun dalam realitas geopolitik kontemporer, muncul paradoks yang tajam: bagaimana mungkin kekuatan yang diasosiasikan dengan Yahudi modern—baik di Israel maupun di Eropa—justru berada dalam posisi konfrontatif, bahkan menyerang atau memusuhi negara yang selama ribuan tahun menjadi tempat bertahan bagi sebagian komunitas Yahudi itu sendiri?</p>
<p>Pertanyaan ini tentu tidak sederhana dan tidak bisa dijawab secara hitam-putih. Ia melibatkan politik negara, ideologi, dan dinamika global yang jauh lebih kompleks daripada sekadar identitas keagamaan. Namun sebagai catatan sejarah, ironi ini tetap layak direnungkan.</p>
<p>Pada akhirnya, sejarah Yahudi di Iran bukan hanya kisah tentang masa lalu, tetapi juga cermin bagi masa kini. Ia menunjukkan bahwa hubungan antarperadaban tidak pernah statis. Mereka bisa saling melindungi dalam satu era, lalu berhadapan dalam era lain. Dan di antara semua itu, yang tersisa adalah komunitas kecil yang terus menjaga ingatan—bahwa di bawah langit Persia, mereka pernah, dan masih, menjadi bagian dari sejarah yang panjang.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sejarah-kaum-yahudi-di-iran-persia-sejak-musa-hingga-mojtaba-khomeini/">Sejarah Kaum Yahudi di Iran (Persia) sejak Musa hingga Mojtaba Khomeini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/sejarah-kaum-yahudi-di-iran-persia-sejak-musa-hingga-mojtaba-khomeini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asta Cita, Sistem Ekonomi dan Falsafah Serta Idiologi Bangsa yang Terancam</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/asta-cita-sistem-ekonomi-dan-falsafah-serta-idiologi-bangsa-yang-terancam/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/asta-cita-sistem-ekonomi-dan-falsafah-serta-idiologi-bangsa-yang-terancam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 00:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=371</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu Asta Cita yang digariskan Prabowo dalam...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/asta-cita-sistem-ekonomi-dan-falsafah-serta-idiologi-bangsa-yang-terancam/">Asta Cita, Sistem Ekonomi dan Falsafah Serta Idiologi Bangsa yang Terancam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu Asta Cita yang digariskan Prabowo dalam mengurus bangsa dan negara ini adalah memperkuat idiologi Pancasila. Untuk itu sebagai insan pancasilais, tentu saja Prabowo sangat berharap agar nilai-nilai Pancasila bisa tegak dalam berbagai bidang kehidupan bangsa termasuk tentunya dalam bidang ekonomi.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi kita mengenal 2 system ekonomi yang sangat besar pengaruhnya yaitu Sistem Ekonomi Sosialisme (SES) dan Liberalisme Kapitalisme (SELK).</p>
<p>SELK menyerahkan penyelesaian masalah ekonomi kepada mekanisme pasar sementara SES kepada negara. Kedua-dua sistem ekonomi tersebut dipengaruhi oleh faham atau idiologi sekulerisme dan atau atheisme yang menuntut pemisahan antara urusan agama dengan institusi negara, pemerintahan, dan ruang publik.</p>
<p>Hal tersebut tentu jelas tidak sejalan dengan faham dan idiologi yang kita miliki yaitu pancasila dimana sila pertamanya, Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi meskipun negara kita bukan negara agama tetapi negara dan bangsa kita sangat menghormati agama bahkan dalam pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945 dikatakan : ayat 1 Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ayat 2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi dari pasal 29 ayat 1 dan 2 tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi yang ingin kita bangun bukanlah sistem ekonomi liberalisme kapitalisme dan juga bukan sistem ekonomi sosialisme , tapi sebuah sistem ekonomi yang dituntun oleh nilai-nilai dari ajaran agama apakah itu agama islam, kristen, katolik, hindu, budha dan konghucu atau 6 agama yang diakui oleh negara di negeri ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sistem ekonomi yang seperti itu disebut oleh Bung Hatta dengan istilah sistem ekonomi sosialisme versi indonesia oleh Sri Edi Swasono disebut dengan sistem ekonomi sosialisme religious dan oleh Mubyarto disebut dengan sistem ekonomi Pancasila.</p>
<ul>
<li>Oleh karena itu menegakkan dan memperjuangkan sistem ekonomi pancasila atau sistem ekonomi yang berketuhanan di negeri ini jelas merupakan kewajiban kita bersama terutama pemerintah dan para politisinya karena hal tersebut merupakan amanat dari konstitusi dimana perwujudannya telah dijelaskan dalam pasal 33 dan 34 UUD 1945. Dalam pasal 33 ayat 1 dikatakan,</li>
</ul>
<p>Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam ayat 2, Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ayat 3, Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.</p>
<p>Ayat 4, Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.</p>
<p>Di dalam pasal 34 dikatakan : (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.</p>
<p>Jadi bila kita fahami konsep dan sistem ekonomi yang digariskan oleh konstitusi lalu kita lihat fakta dan realitas yang ada di tengah-tengah kehidupan ekonomi yang kita jalani dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi kita sekarang ini sangat kental diwarnai oleh sistem ekonomi liberalisme kapitalisme bukan oleh sistem ekonomi pancasila.</p>
<p>Jadi dari data dan fakta tersebut kita melihat bahwa falsafah dan idiologi bangsa kita dalam bidang ekonomi telah diciderai dan diracuni oleh falsafah dan idiologi liberalisme kapitalisme. Bila itu yang terjadi maka berarti identitas dan jati diri kita sebagai bangsa akan terancam.</p>
<p>Oleh karena itu peran Prabowo sebagai Presiden untuk menjaga falsafah dan idiologi bangsa tersebut tentu saja sangat dituntut dan diharapkan walau kita sadar kendala dan rintangan yang dihadapinya sangat besar.</p>
<p>Disinilah kita lihat letak arti pentingnya kita bersatu lalu secara bersama-sama menghadapi tantangan yang ada agar zaman keemasan Indonesia yang sama-sama kita cita-citakan dan dambakan akan bisa terwujud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anwar Abbas</p>
<p>Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/asta-cita-sistem-ekonomi-dan-falsafah-serta-idiologi-bangsa-yang-terancam/">Asta Cita, Sistem Ekonomi dan Falsafah Serta Idiologi Bangsa yang Terancam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/asta-cita-sistem-ekonomi-dan-falsafah-serta-idiologi-bangsa-yang-terancam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 01:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Amirsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Tasamuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211;Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/">Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211;Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyoroti adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H.</p>
<p>Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang biasa untuk disikapi dengan penuh kearifan dan bijaksana.</p>
<p>Hal ini bisa dilakukan dengan dasar argumentasi secara normatif sehingga ada dasar yang kuat dan empiris melalui argumentasi berdasarkan fakta di lapangan melalui tiga pendekatan.</p>
<p>&#8220;Pertama, bayani (teks/wahyu) melalui metode pemahaman yang berbasis pada teks keagamaan (Alquran dan Hadis) serta seringkali memiliki keragaman (khilafiyah) namun penuh rahmat,&#8221; kata Buya Amirsyah kepada media, Rabu (18/2/26).</p>
<p>Kedua, Irfani yakni metode yang didasarkan pada pendekatan intuisi, pengalaman langsung (kasyf/pengalaman batin). Ketiga, burhani digunakan untuk memahami hikmah, konteks dan manfaat ilmiah.</p>
<p>Buya Amirsyah menukil pernyataan Imam Ghazali yang tidak mempermasalahkan penggunaan hisab atau rukyah karena keduanya masuk dalam wilayah ijtihad.</p>
<p>Buya Amirsyah menjelaskan, hal itu terkait dengan ayat-ayat kauniyah memiliki landasan teologis dan fikih yang kuat, terutama dalam konteks perdebatan penentuan awal bulan Hijriyah.</p>
<p>&#8220;Yang penting penuh hikmah dan saling tasamuh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/">Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Sekjen MUI : Yang Penting Tasamuh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/soal-perbedaan-awal-ramadhan-sekjen-mui-yang-penting-tasamuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekjen MUI : Perkuat Sinergi Mecegah Korupsi untuk Indonesia Bermartabat</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-perkuat-sinergi-mecegah-korupsi-untuk-indonesia-bermartabat/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-perkuat-sinergi-mecegah-korupsi-untuk-indonesia-bermartabat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 10:04:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amirsyah Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen MUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=321</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Sekjen Majelis Ulama Indonesia...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-perkuat-sinergi-mecegah-korupsi-untuk-indonesia-bermartabat/">Sekjen MUI : Perkuat Sinergi Mecegah Korupsi untuk Indonesia Bermartabat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network &#8211; Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr.Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I untuk mendukung pemerintah memberantas korupsi dalam rangka mewujudkan Indonesia bermartabat.</p>
<p>Ajakan MUI ini telah menjadi bagian dari sikap tegas; pertama, MUI bersama komponen bangsa harus satu kata dalam memberantas Korupsi agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa bermartabat; kedua, mendukung program pemerintah yang jelas pro rakyat untuk melakukan pemberantasan korupsi dengan kompak bersinergi mencegah Korupsi.</p>
<p>Hal ini disampaikan panggilan akrab buya Amirsyah usai penutupan Mukernas I MUI 2025-2030 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). Buya Amirsyah menilai ikhtiar memberantas korupsi harus di mulai dari hulun hingga hilir.</p>
<p>Keberhasilan mencegah Korupsi dimulai dari prilaku yang tegas untuk menanamkan anti korupsi. Buya Amirsyah menegaskan posisi MUI senantiasa mendukung penguasa yang baik. Jika tidak baik, MUI akan memberikan tausiyah. Menurutnya nasihat sangat penting dilakukan apabila pemerintah tidak baik.</p>
<p>&#8220;Kalau gak baik kita nasehati. Sesuai prinsip dakwah antara lain mengajak, bukan mengejek, merangkul, bukan memul.Jadi bukan saling Bukan caci maki, bukan olok-olok, karena agama itu nasihat. Kalau salah kita me nasehati ( wa tawa sou bil haq) bukan caci maki, apalagi dituding banyak orang buat malu,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Dirinya juga menegaskan, caci maki, olok-olok dan tudingan bukan akhlak dari MUI untuk melakukan itu. Amirsyah menjelaskan MUI memiliki banyak bidang bidang dakwah yang memiliki tugas untuk menyampaikan akhlakul karimah sebagaimana tugas Rasul. Salah salat tugas Rasul .</p>
<p>Ia berharap agar selruh kegiatan dan aktivitas berbangsa dan bernegara dilandasi nilai moral dan akhlak. Begitu juga oleh pemimpin negara di eksekutif, yudikatif, legislatif, maupun lainnya dilandasi nilai-nilai moral.</p>
<p>&#8220;Karena kita bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa. Apabila tidak ada nilai moralnya, tidak bermuara menjadi moralitas dan akhlak, ibarat jasad tanpa nyawa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-perkuat-sinergi-mecegah-korupsi-untuk-indonesia-bermartabat/">Sekjen MUI : Perkuat Sinergi Mecegah Korupsi untuk Indonesia Bermartabat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-perkuat-sinergi-mecegah-korupsi-untuk-indonesia-bermartabat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Muhammadiyah Asahan Gelar Seminar Nasional Lingkungan Hidup Hadirkan Sekjen MUI</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/universitas-muhammadiyah-asahan-gelar-seminar-nasional-lingkungan-hidup-hadirkan-sekjen-mui/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/universitas-muhammadiyah-asahan-gelar-seminar-nasional-lingkungan-hidup-hadirkan-sekjen-mui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 01:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amirsyah Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kisaran, muslim network -Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/universitas-muhammadiyah-asahan-gelar-seminar-nasional-lingkungan-hidup-hadirkan-sekjen-mui/">Universitas Muhammadiyah Asahan Gelar Seminar Nasional Lingkungan Hidup Hadirkan Sekjen MUI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kisaran, muslim network -Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah Sumut, melaksanakan seminar nasional lingkungan hidup, bertempat di aula Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMA) Kisaran, Kab. Asahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seminar berlangsung, Minggu (8/1), menghadirkan pembicara Dirjen Perhutanan Sosial Kementrian Kehutanan RI Catur Endah Prasetiani P, S.Si, MT, MLH PP Muhammadiyah Dr. Jihadul Mubarak, MA, dan MPW PP Muhammadiyah Dr. Amirsyah Tambunan, MA.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyatakan lingkungan yang rusak akan berakibat fatal bagi manusia. Dia memberi contoh, banjir yang terjadi belum lama ini adalah fakta tentang kerusakan lingkungan yang menghancurkan. “Lihat yang di Batang Toru, ada berapa desa hilang,” ujar Amirsyah Tambunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MUI sendiri hingga kini, kata Ketua Majelis Wakaf PP Muhammadiyah itu, telah ada 14 fatwa yang dikeluarkan terkait lingkungan, misalnya fatwa sampah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya, Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhub RI pada sesi ini, menyatakan program perhutanan sosial salah satunya memberikan akses kepada masyarakat dapat mengelola dan mengakses serta melestarikan hutan, baik kelompok maupun kelembagaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hutan seperti kayunya bisa dimanfaatkan, misalnya hutan produksi atau tanam pohon buah dan hasilnya bisa di ambil untuk peningkatan ekonomi,” ujar Catur Endah P.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris MLH PP Muhammadiyah Jihadul Mubarak, mengungkap Muhammadiyah punya perhatian kuat terhadap perhutanan sosial, khususnya pada lahan amal usaha Muhammadiyah yang jumlahnya cukup besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lahan amal usaha Muhammadiyah cukup strategis mendukung program Kementrian Kehutanan, selain banyak ranting Muhammadiyah yang berada di pelosok yg bisa jadi garda terdepan program perhutanan Sosial,” terang Mubarak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sesi ini, Anggota DPRD Sumut Dr. Aripay Tambunan, MSi, memberi informasi tentang program sampah untuk energi yang saat ini sedang dalam proses penggodokan di DPRD Sumut. ” Dewan sedang bekerja melahirkan Perda untuk program ini,” ujar politisi Gerindra itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Turut memberi informasi soal lingkungan Wakil Wali Kota Tanjung Balai M. Fadli Abdina yang menyatakan pengendalian banjir di kota yang dipimpinnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi penanaman bibit pohon dalam rangka menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke 49 dilakukan sebelum seminar nasional lingkungan. Waspada.id/Khalik</p>
<p>Sekretaris MLH Muhammadiyah Sumut Dr. Salamuddin Nst, MA menyebutkan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke 49 pada 2027 di Medan. “Sebelum seminar kita juga melakukan penanaman bibit pohon di lahan amal usaha Muhammadiyah,” tandas Salam.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/universitas-muhammadiyah-asahan-gelar-seminar-nasional-lingkungan-hidup-hadirkan-sekjen-mui/">Universitas Muhammadiyah Asahan Gelar Seminar Nasional Lingkungan Hidup Hadirkan Sekjen MUI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/universitas-muhammadiyah-asahan-gelar-seminar-nasional-lingkungan-hidup-hadirkan-sekjen-mui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lautan Jamaah di Brebes Setia Mendengarkan Pengajian Buya Anwar Abbas Bahas Dakwah Berkemajuan</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/lautan-jamaah-di-brebes-setia-mendengarkan-pengajian-buya-anwar-abbas-bahas-dakwah-berkemajuan/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/lautan-jamaah-di-brebes-setia-mendengarkan-pengajian-buya-anwar-abbas-bahas-dakwah-berkemajuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 01:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Anwar Abbas]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brebes, muslim network &#8211; Ribuan jamaah memadati Masjid...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/lautan-jamaah-di-brebes-setia-mendengarkan-pengajian-buya-anwar-abbas-bahas-dakwah-berkemajuan/">Lautan Jamaah di Brebes Setia Mendengarkan Pengajian Buya Anwar Abbas Bahas Dakwah Berkemajuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Brebes, muslim network &#8211; Ribuan jamaah memadati Masjid Al-Azhar PRM Sawojajar pada Ahad (8/2/2026). Kehadiran massa yang meluap hingga halaman masjid ini menjadi bukti tingginya antusiasme warga persyarikatan dalam mengikuti Tabligh Akbar Triwulan PDM Brebes sekaligus menyambut (Tarhib) Ramadhan 1447 H.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kiprah Muhammadiyah di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati secara simbolis menyerahkan Sertifikat Wakaf kepada Ketua PRM Sawojajar dan menyalurkan bantuan sosial bagi jamaah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Muhammadiyah adalah mitra strategis Pemkab Brebes. Kami terus mendorong sinergi berkelanjutan untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius dan berkemajuan,” ujar Bupati Paramitha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua PDM Brebes, KH. Drs. H. Joko Mulyanto, M.Pd., menekankan bahwa momentum ini adalah ruang konsolidasi antar-pimpinan (PCM, PCA, PRM, hingga Ortom). Semangat ini kian menggelora saat lagu “Ranting Itu Penting” berkumandang, menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah terletak pada akar rumputnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua PP Muhammadiyah, Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa Ramadhan adalah “Madrasah” pembentukan karakter. Beliau menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui dakwah yang nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dakwah kita harus membumi dan berorientasi pada pemberdayaan umat. Muhammadiyah harus tetap menjadi garda depan pencerahan bangsa,” tegas Buya Anwar yang juga menjabat Wakil Ketua Umum MUI Pusat.</p>
<p>Acara ditutup dengan penuh khidmat, meninggalkan energi kolektif bagi jamaah untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan semangat Islam yang mencerahkan dan merangkul keberagaman.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/lautan-jamaah-di-brebes-setia-mendengarkan-pengajian-buya-anwar-abbas-bahas-dakwah-berkemajuan/">Lautan Jamaah di Brebes Setia Mendengarkan Pengajian Buya Anwar Abbas Bahas Dakwah Berkemajuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/lautan-jamaah-di-brebes-setia-mendengarkan-pengajian-buya-anwar-abbas-bahas-dakwah-berkemajuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekjen MUI Dorong Program PKU Bisa Terintegrasi di Pesantren Hingga Pendidikan Doktor</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-dorong-program-pku-bisa-terintegrasi-di-pesantren-hingga-pendidikan-doktor/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-dorong-program-pku-bisa-terintegrasi-di-pesantren-hingga-pendidikan-doktor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 00:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amirsyah Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[PKU MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen MUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimnetwork.id/?p=289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network — Sekretaris Jenderal MUI Buya...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-dorong-program-pku-bisa-terintegrasi-di-pesantren-hingga-pendidikan-doktor/">Sekjen MUI Dorong Program PKU Bisa Terintegrasi di Pesantren Hingga Pendidikan Doktor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, muslim network — Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mendorong agar Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI bisa terintegrasi pendidikan di Pesantren hingga sarjana dan doktor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini disampaikan Buya Amirsyah dalam membuka Rapat Kerja (Raker) Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026) lalu, dalam keterangannya kepada media, Senin (9/2/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buya Amirsyah mengingatkan bahwa KPK memiliki tanggung jawab untuk merancang kurikulum pendidikan dan kaderisasi ulama yang paripurna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama ini telah berlangsung pendidikan kaderisasi melalui kerjasama MUI dengan Baznas RI dan Universitas Islam Negeri Jakarta sebanyak lima angkatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia menekankan komisi ini harus fokus pada pengembangan kaderisasi ulama untuk memperkuat sumber daya insani MUI Pusat dan Daerah yang memiliki integritas berakhlak mulia.</p>
<p>Oleh karena itu arah kaderisasi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pertama, menyelenggarakan PKU dan calon pemimpin umat dan bangsa. Kedua, mengembangkan kurikulum pendidikan Islam, pelatihan guru, dan mengoptimalkan layanan pendidikan agama di sekolah agar memiliki karakter yang tanggung,&#8221; kata Buya Amirsyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudiaan, Sekjen MUI menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) dalam setiap kegiatan pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;PKU yang selama ini berlangsung bergelar dengan melaksanakan kaderisasi ulama yang terintegrasi dengan pendidikan akademis sarjana, magister dan doktor, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkarakter,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedepan kaderisasi ulama yang tafaqquh fiddin تفقّه في الدين yang berarti memperdalam ilmu agama, suatu proses pemahaman yang komprehensif terhadap ajaran-ajaran agama, melampaui sekadar pengetahuan dasar untuk mencapai pemahaman yang mendalam, termasuk fikih, akidah, akhlak, dan Alquran serta Sunnah dengan berbagai perangkat ilmunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ini adalah perintah agama, yang sangat penting bagi setiap Muslim, terutama generasi muda, untuk dijadikan ulama sebagai panutan dan panduan hidup melalui Fatwa dan berdakwah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-dorong-program-pku-bisa-terintegrasi-di-pesantren-hingga-pendidikan-doktor/">Sekjen MUI Dorong Program PKU Bisa Terintegrasi di Pesantren Hingga Pendidikan Doktor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/sekjen-mui-dorong-program-pku-bisa-terintegrasi-di-pesantren-hingga-pendidikan-doktor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/kepanikan-bank-mereda-di-wall-street-selanjutnya-kepanikan-fed/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/kepanikan-bank-mereda-di-wall-street-selanjutnya-kepanikan-fed/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 22:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo.idtheme.com/wpmedia/?p=50</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah beberapa hari ditandai dengan hiruk pikuk bank,...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/kepanikan-bank-mereda-di-wall-street-selanjutnya-kepanikan-fed/">Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa hari ditandai dengan hiruk pikuk bank, anjloknya saham, dan intervensi pemerintah yang luar biasa, suasana di Wall Street menjadi lebih ceria pada hari Selasa.</p>
<p>Mengapa? Langkah- langkah darurat pemerintah yaitu mendukung simpanan dan menyiapkan fasilitas pinjaman untuk bank yang membutuhkan uang tunai dan telah berhasil, setidaknya untuk saat ini.</p>
<p>Tidak ada bank yang gagal pada hari Senin, meskipun ada kekhawatiran bahwa gejolak dari keruntuhan Silicon Valley Bank akan menyebar, menyebabkan bank-bank indigenous yang berada di posisi yang sama mengalami kerugian. Saham bank-bank itu, termasuk First Republic, telah bangkit kembali dengan tajam pada Selasa setelah aksi jual brutal pada Jumat dan Senin.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/kepanikan-bank-mereda-di-wall-street-selanjutnya-kepanikan-fed/">Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/kepanikan-bank-mereda-di-wall-street-selanjutnya-kepanikan-fed/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/ceo-silicon-valley-bridge-bank-meminta-pelanggan-untuk-menyetor-ulang-dana-mereka/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/ceo-silicon-valley-bridge-bank-meminta-pelanggan-untuk-menyetor-ulang-dana-mereka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 22:12:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo.idtheme.com/wpmedia/?p=47</guid>

					<description><![CDATA[<p>CEO Silicon Valley Bridge Bank yang baru diangkat...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/ceo-silicon-valley-bridge-bank-meminta-pelanggan-untuk-menyetor-ulang-dana-mereka/">CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CEO Silicon Valley Bridge Bank yang baru diangkat Tim Mayopoulos meminta nasabah mengembalikan sebagian dananya ke bank.</p>
<p>&#8220;Jika Anda, perusahaan portofolio Anda, atau perusahaan Anda memindahkan dana dalam seminggu terakhir, harap pertimbangkan untuk memindahkan sebagian dari mereka kembali sebagai bagian dari strategi diversifikasi deposit yang aman. Kami juga membuka bisnis untuk setiap pelanggan baru.Kami secara aktif membuka pelanggan baru. akun dari semua ukuran dan membuat pinjaman baru&#8221; tulisnya.</p>
<p>CEO juga meyakinkan pelanggan bahwa dispositor memiliki akses ke dana mereka dan bahwa semua simpanan dilindungi oleh FDIC, menggemakan pesannya sehari sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/ceo-silicon-valley-bridge-bank-meminta-pelanggan-untuk-menyetor-ulang-dana-mereka/">CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/ceo-silicon-valley-bridge-bank-meminta-pelanggan-untuk-menyetor-ulang-dana-mereka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal</title>
		<link>https://muslimnetwork.id/as-menyalahkan-rusia-atas-jatuhnya-pesawat-tak-berawak-di-laut-hitam-moskow-menyangkal/</link>
					<comments>https://muslimnetwork.id/as-menyalahkan-rusia-atas-jatuhnya-pesawat-tak-berawak-di-laut-hitam-moskow-menyangkal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 21:56:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo.idtheme.com/wpmedia/?p=42</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pentagon menyalahkan spurt tempur Rusia atas jatuhnya pesawat...</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/as-menyalahkan-rusia-atas-jatuhnya-pesawat-tak-berawak-di-laut-hitam-moskow-menyangkal/">AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pentagon menyalahkan spurt tempur Rusia atas jatuhnya pesawat mata-mata AS ke Laut Hitam pada Selasa, sementara Moskow membantah adanya tabrakan karena pertemuan itu menunjukkan meningkatnya risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan Amerika Serikat karena perang Ukraina.</p>
<p>Dua spurt Su- 27 Rusia melakukan apa yang oleh militer AS digambarkan sebagai pencegatan sembrono terhadap drone MQ- 9&#8243; Reaper&#8221; di wilayah udara internasional sebelum salah satu dari mereka bertabrakan dengannya pada pukul 703 pagi( 0603 GMT), menyebabkan drone itu jatuh. menabrak laut.</p>
<p>Beberapa kali sebelum tabrakan, spurt tempur Rusia membuang bahan bakar ke MQ- 9, mungkin mencoba membutakan atau merusaknya, dan terbang di depan drone tak berawak itu dalam manuver yang tidak aman, kata militer AS.</p>
<p>Artikel <a href="https://muslimnetwork.id/as-menyalahkan-rusia-atas-jatuhnya-pesawat-tak-berawak-di-laut-hitam-moskow-menyangkal/">AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muslimnetwork.id">Muslim Network</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimnetwork.id/as-menyalahkan-rusia-atas-jatuhnya-pesawat-tak-berawak-di-laut-hitam-moskow-menyangkal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
